KALAU_KITA_RIBUT_DENGAN_MEREKA
Kalau ribut dengan pelanggan,

Walaupun kita menang,

Pelanggan tetap akan lari.

.

Kalau ribut dengan rekan sekerja,

Walaupun kita menang,

Tiada lagi semangat bekerja dalam tim.

.

Kalau kita ribut dengan boss,

Walaupun kita menang,

Tiada lagi masa depan di tempat itu.

.

Kalau kita ribut dengan keluarga,

Walaupun kita menang,

Hubungan kekeluargaan akan renggang.

.

Kalau kita ribut dengan guru,

Walaupun kita menang,

Keberkahan menuntut ilmu dan kemesraan itu akan hilang

.

Kalau ribut dengan kawan,

Walaupun kita menang,

Yang pasti kita akan kekurangan kawan.

.

Kalau ribut dengan pasangan,

Walaupun kita menang,

Perasaan sayang pasti akan berkurang.

.

Kalau kita ribut dengan siapapun,

Walaupun kita menang,

Kita tetap kalah…

Yang menang.. cuma ego diri sendiri

yang susah.. mengalahkan ego diri sendiri..

.

#Renungan bersama….

Apabila menerima teguran, tidak usah terus melenting, bersyukurlah, masih ada yang mau menegur kesalahan kita.

__________________________

via : Ust. Abdullah Sholeh Hadrami


KALAU_KITA_RIBUT_DENGAN_MEREKA
Kalau ribut dengan pelanggan,

Walaupun kita menang,

Pelanggan tetap akan lari.

.

Kalau ribut dengan rekan sekerja,

Walaupun kita menang,

Tiada lagi semangat bekerja dalam tim.

.

Kalau kita ribut dengan boss,

Walaupun kita menang,

Tiada lagi masa depan di tempat itu.

.

Kalau kita ribut dengan keluarga,

Walaupun kita menang,

Hubungan kekeluargaan akan renggang.

.

Kalau kita ribut dengan guru,

Walaupun kita menang,

Keberkahan menuntut ilmu dan kemesraan itu akan hilang

.

Kalau ribut dengan kawan,

Walaupun kita menang,

Yang pasti kita akan kekurangan kawan.

.

Kalau ribut dengan pasangan,

Walaupun kita menang,

Perasaan sayang pasti akan berkurang.

.

Kalau kita ribut dengan siapapun,

Walaupun kita menang,

Kita tetap kalah…

Yang menang.. cuma ego diri sendiri

yang susah.. mengalahkan ego diri sendiri..

.

#Renungan bersama….

Apabila menerima teguran, tidak usah terus melenting, bersyukurlah, masih ada yang mau menegur kesalahan kita.

__________________________

via : Ust. Abdullah Sholeh Hadrami

Puisi Rindu

“ Kembalilah kau padaku “

Ingin ku ungkap semua

Tentang Rasa yang ku punya

Sesal yang ku rasa saat ini

Mendera… membakar jiwa ini
Namun tetap saja kau membisu….

Namun Selalu saja kau begitu…

Tak pernahkah engkau mengerti

Dan berikan waktu untukku berbagi
Akan ku buktikan kepadamu…

Rasa sesal ini tulus untukmu

Kumohon kembalilah kau padaku…

Kita rajut lagi kisah yang lalu
Mari kita coba benahi…

Cinta yang dulu pernah mati…..

Courtesy by 

“Zazkia khumaira”

 


  Lagu ini kupersembahkan untukseseorang yang berarti dalam hidupku.
❦ Hamdard  Lyrics ❦

Pal Do Pal Ki Kyun Hai Zindagi

mengapa kehidupan hanya berlangsung beberapa saat
Iss Pyaar Ko Hai Sadiyaan Kaafi Nahin

Untuk cinta seperti ini waktu berabad-abad usia pun tidak cukup
Toh Khuda Se Maang Loon Mohlat Main Ek Nayi

Izinkan aku bertanya untuk beberapa waktu yang lama dari Allah
Rehna Hai Bas Yahaan

Karena aku hanya ingin tinggal di sini
Ab Door Tujhse Jaana Nahin

Aku tidak ingin pergi jauh darimu
Jo Tu Mera Humdard Hai -2

Karena kau adalah temanku berbagi derita
Suhaana Har Dard Hai

Setiap derita tampak menyenangkan
Jo Tu Mera Humdard Hai

Karena kau adalah temanku berbagi derita
Teri Muskurahatein Hain Taaqat Meri

Senyumanmu adalah kekuatanku
Mujhko Inhi Se Ummeed Mili

Aku punya harapan hanya karena merekalah
Chaahe Kare Koi Sitam Yeh Jahaan

Meski dunia ini berlaku kejam padaku
Inmein Hi Hai Sadaa Hifaazat Meri

Hanya di dalam senyumanmu lah tempatku berlindung selamanya
Zindagani Badi Khoobsurat Hui

Kehidupan telah menjadi begitu indah
Jannat Ab Aur Kya Hogi Kahin

Di mana lagi akan kutemui surga seperti ini
Jo Tu Mera Humdard Hai -2

Karena kau adalah temanku berbagi derita
Suhaana Har Dard Hai

Setiap derita tampak menyenangkan
Jo Tu Mera Humdard Hai

Karena kau adalah temanku berbagi derita
Woooo … Woooo … Woooo … 
Teri Dhadkanon Se Hai Zindagi Meri

Hidupku berjalan seiring detak jantungmu
Khwahishein Teri Ab Duaayein Meri

Aku berdoa untuk semua hal-hal yang kau inginkan
Kitna Anokha Bandhan Hai Yeh

Betapa ikatan di antara kita adalah sesuatu yang tidak biasa
Teri Meri Jaan Jo Ek Hui

Sebab jiwamu dan jiwaku telah menyatu
Lautoonga Yahaan Tere Paas Main Haan

Ya, suatu saat nanti aku akan kembali ke tempat ini di dekatmu
Waada Hai Mera Mar Bhi Jaaun Kahin

Inilah janjiku bahkan bila aku mati sekalipun
Jo Tu Mera Humdard Hai -2

Karena kau adalah temanku berbagi derita
Suhaana Har Dard Hai

Setiap derita tampak menyenangkan
Jo Tu Mera Humdard Hai

Karena kau adalah temanku berbagi derita
Hmm.. Humdard Hai..-4

Kau teman berbagi derita

} Serba Serbi {

​Rendah Hati Memudahkan seseorang Memimpin Diri
Banyak para orang tua sudah merasa mendidik anaknya dengan baik karena para orang tua sudah berhasil menerapkan aturan – aturan kedisiplinan dalam keluarga bahkan kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban ritual ibadah. Namun anak yang sudah di didik tersebut tidak peka dengan lingkungan sekitar. Mereka cenderung mementingkan diri sendiri bahkan tidak bisa memimpin dirinya dengan baik. Sehari -hari cenderung lebih banyak suka kesenangan diri dari pada perjuangan hidup. Hal ini terjadi karena segala apa – apa yang diterapkan dalam keluarga hanyalah aturan – aturan belaka tanpa bisa diresapi maknanya. Sama halnya dengan Pancasila adalah aturan yang baik dan sangat bermanfaat untuk bangsa Indonesia namun jika tidak diresapi maknanya maka implikasi Pancasila hasilnya hanya nol besar.

Pada dasarnya seorang anak adalah titipan Tuhan yang diamanatkan kepada orang tua untuk mendidik anak dengan baik. Sadar atau tidak sadar dalam keseharian orang tua kadang memiliki kesombongan (tidak rendah hati) dalam memimpin diri. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana mereka menyikapi hidup jika dicoba oleh Tuhan misanya, dicoba dengan permasalahan, dicoba dengan kesenangan, dicoba dengan kesedihan. Sifat sombong membawa pemiliknya merasa sudah benar tanpa koreksi kesalahan yang ada dalam dirinya. Mereka merasa sudah benar dalam melakukan sesuatu, mereka tidak sadar bahwa mereka salah dalam memimpin diri dan salah pula dalam memimpin orang yang dipimpinnya.
Orang yang rendah hati / tidak sombong adalah selalu rendah hati dalam hal apapun mereka selalu memberi contoh dan mencontoh kebaikan orang – orang lain. Orang yang rendah hati selalu haus ilmu dan tidak pernah merasa sudah sempurna. Jika rasa rendah hati sudah melekat dalam diri seseorang sejak dari muda maka akan memudahkan kehidupan kedepannya. Orang yang rendah hati jika bergembira tidak terlalu, jika bersedih tidak terlalu, jika marah tidak terlalu. Karena dia sadar bahwa setiap manusia pasti akan diuji oleh Tuhannya, Karena dia sadar segala sesuatu didunia tidak ada yang sempurna. Orang yang rendah hati tidak lupa diri karena selalu berkaca diri.
Demikianlah hikmah jika manusia memiliki rendah hati dalam diri. Kata lain rendah hati dalam Islam adalah tawadhu. Tawadhu adalah tidak sombong dalam arti yang terdalam adalah tidak merasa hebat dari hamba – hamba Allah lainnya. Menurut Al Quran, Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah engkau berjalan di atas bumi dengan sombong karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat mampu menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung (Surat Al-Isra ayat 37).

Menurut hadist, Rasulullah bersabda :

“Dan sesunggunhnya Allah mewahyukan padaku memiliki sifat tawadhu. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain (HR Muslim).
    

~ Muhasabah Diri ~

​Bismillaahir’rahmaanir’rahiim…

‘Wahai diriku yang berusaha… 

Jadilah engkau seperti kurma yang jauh dari kejelekan. 

Buah yang mampu menghilangkan penyakit, 

dilempar dengan batu, ia malah memberikan buah.

Dan senantiasa menghijau, tidak peduli dimusim panas atau dingin. 

.

Jadilah wahai diriku, wanita yang berderajat tinggi disetiap perkara.

Terjaga dari setiap jenis tipu daya dunia ini.

Perkataannya adalah dzikir, 

Pandangannya mengandung pelajaran, 

Dan diamnya adalah berfikir…

Dengan itu niscaya engkau akan mendapat kebahagiaan..

Insya’Allah. 

Wallahu’alam

.

.

Bisakah wahai diri yang tak sempurna ? 

Bisakah wahai diri yang fakir ?